Taman-Taman Tematik di Kota Bandung Sulapan Ridwan Kamil (Lengkap)Ala Backpacker


Sejak jaman dahulu, Bandung terkenal dengan kota yang memiliki banyak taman yang berisi pohon-pohon rindang dan bunga-bunga bermekaran. Namun, dengan berkembangnya pembangunan di Kota Bandung ini, banyak taman yang sudah mulai tidak terawat. Apalagi ditambah banyak lahan-lahan terbuka yang dialih gunakan menjadi mall dan bangunan-bangunan lainnya. 

Dan sekarang, di masa kepemimpinan Wali Kota Bandung yang baru yaitu Ridwan Kamil, yang sering disebut Kang Emil taman-taman yang sudah tidak terawat, diperbaiki dan mulai dirawat lagi sehingga taman tersebut bisa menjadi tempat publik bagi warga Bandung. Bukan hanya itu, Kang Emil menyulap taman-taman tersebut dan lokasi-lokasi lainnya menjadi taman yang bertema atau disebut juga dengan taman tematik. Jadi selain untuk ruang publik, taman tematik ini pun bisa dijadikan lokasi wisata bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung. Yuk disimak beberapa taman tematik hasil sulapan Kang Emil :)

Taman Jomblo

Taman Jomblo (Sumber)
Taman Jomblo ini terletak di bawah Jembatan Pasupati, lebih tepatnya di sebelah Balubur Town Square. Di taman ini terdapat banyak single seat yang dilengkapi juga dengan free wi-fi. Cocok untuk para jomblo setanah air yang gabisa malam mingguan, nongkrong di Taman Jomblo dan siapa tau ketemu jomblo lainnya :') 

Taman Skate

Taman Skate (Sumber)

Taman Skate ini letaknya berada di sebelah Taman Jomblo. Taman ini digunakan untuk kegiatan skateboarding. Hampir semua skateboarder di Kota Bandung berkumpul disini dan menyalurkan hobinya secara bergantian dari siang hingga malam. Di taman ini terdapat track yang bisa dipakai untuk melakukan style dalam skateboarding, dan taman ini pun tentunya gratis alias tidak dipungut biaya.

Taman Film

Taman Film (Sumber)
Taman Film ini pun dekat dengan Taman Jomblo dan Taman Skate. Di taman ini terdapat layar besar yang bisa dipakai untuk nonton bareng dan juga sering dimaikan film-film random yang bisa ditonton oleh pengunjung. Banyak warga Bandung yang menghabiskan waktunya di taman ini sambil menonton film dan "ngagoler" atau tiduran disini karena permukaannya yang dilapisi oleh rumput sintetis sehingga pengunjung bebas untuk melakuka kegiatan apapun asal alas kakinya dicopot.

Taman Lansia

Taman Lansia (Sumber)
Taman ini terletak di sebelah Gedung Sate. Taman ini dulunya biasa dinamai Taman Cilaku atu Taman Cisangkuy. Aktivitas yang bisa dilakukan disini yaitu berolahraga karena terdapat trek untuk berlari seputaran taman ini. Di Taman Lansia ini juga terdapat  2 buah danau buatan yang dibuat untuk mengurangi resiko banjir di sekitar daerah tersebut.

Baca Juga:

5 Tempat Wisata Alam yang Anti Mainstream di Sekitar Bandung

Taman Pustaka Bunga

Taman Pustaka Bunga (Sumber)
Taman Pustaka Bunga terletak di Taman Cilaku atau Taman Lansia. Taman Pustaka Bunga memiliki banyak jenis bunga yang menarik. Beberapa jenis bunga yang ada di taman ini adalah mawar, puring, bakung, kastuba, bunga kertas, krisan, lidah mertua dan berbagai jenis anggerk. Beberapa anggrek langka ditemukan di tempat ini. Anggrek-anggrek ini ditempelkan di pohon-pohon besar yang ada di taman ini.

Taman Binatang Peliharaan (Pet Park) 

Pet Park (Sumber)
Taman ini terletak di Jalan Cilaki, dekat dengan Taman Pustaka Bunga. Taman ini dibuat oleh Kang Emil untuk memfasilitasi para pecinta hewan untuk saling berinteraksi sambil membawa hewan-hewan peliharaannya. Terdapat jogging track, permainan-permainan untuk binatang peliharaan yang dibawa kesini.

Taman Fotografi

Taman Fotografi (Sumber)
Taman Fotografi terletak di Jalan Anggrek. Taman ini dulunya bernama Taman Cempaka. Taman ini disulap oleh Kang Emil untuk dijadikan taman fotografi yang sampai sekarang sering digunakan dalam kegiatan-kegiatan komunitas fotografi. Sering terdapat juga pameran fotografi di taman ini. Taman ini juga memiliki free wi-fi sehingga pengunjung bisa menikmati taman dan tidak kehilangan sinyal :p

Taman Musik Centrum

Taman Musik Centrum (Sumber)
Taman Musik ini terletak di sebelah SMAN 5 dan SMAN 3 Bandung. Taman ini sering digunakan untuk konser-konser musik dari band-band lokal hingga sering juga dipakai berbagai pentas musik. Untuk masuk ke taman ini tidak dipungut biaya, tapi pungut aja sampahnya biar bersih ya :D

Taman Persib

Taman Persib (Sumber)
Persib, merupakan tim sepak bola kebanggan warga Bandung bahkan Jawa Barat. Untuk mendedikasikan tim kebanggan Bandung tersebut, Kang Emil membuat taman ini dan berencana membuat Museum Persib didalamnya. Di Taman Persib ini terdapat beberapa lapangan futsal yang bisa dipakai oleh warga Bandung secara gratis.Taman Persib ini terletak di Jalan Supratman.

Taman Fitness

Taman Fitness (Sumber)
Taman Fitness. Taman ini terletak di jalan Imam Bonjol. Di Taman Fitness ini terdapat beberapa peralatan olahraga seperti fitness outdoor, jogging track, therapy stone, mini soccer yang sudah bisa dinikmati masyarakat. Taman Fitness ini sering digunakan warga untuk berolahraga dan menghirup udara.

Taman Super Hero

Taman Super Hero (Sumber)
Di Taman Super Hero ini pengunjung bisa bertemu dengan Gatotkaca, salah satu tokoh superhero asli Indonesia, yang sedang memamerkan ototnya. Gatotkaca yang ada di tempat itu merupakan patung karya seorang perupa ternama dari Kota Bandung. Selain Gatot Kaca pun, terdapat banyak patung-patung superhore terkenal seperti batman, spiderman, dan lain-lain.

Sekian daftar-daftar taman tematik di Kota Bandung yang bisa dijadikan referensi untuk warga Bandung yang ingin berkunjung ke taman-taman tersebut dan juga untuk wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Bandung. Selamat mencoba dan tetap jaga kebersihan ya, lur!

Baca Juga:

12 Tempat Wisata Favorit di Bandung dan Sekitarnya


Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

12 Tempat Wisata Favorit di Bandung dan SekitarnyaAla Backpacker

Bandung! (Sumber)
Siapa yang belum pernah ke Bandung? Untuk orang Jakarta dan sekitarnya hampir semua sebagian lah ya pernah berkunjung atau bahkan sering mampir di Bandung ini, terbukti mulai dari Jumat sampai Minggu, Bandung selalu dipenuhi oleh Plat B, bahkan Plat B sendiri lebih banyak dari Plat D :p Apa sih yang bikin mereka sering ke Bandung? Punya apa sih Bandung ini? 

Bandung tentu punya banyak sekali tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi baik oleh kaum muda ataupun untuk keluarga. Bandung mempunyai wisata alam, budaya, belanja, dan tentunya kuliner! Saking banyaknya, saya pun yang orang Bandung asli, belum sempat mengunjungi semua tempat wisata yang ada di Bandung. Namun, disini saya akan memberikan beberapa tempat wisata di Kota Bandung yang wajib dikunjungi, karena tempat-tempat inilah yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Bandung, jadi belum ke Bandung nih kalo belum ke beberapa tempat wisata Bandung di bawah ini, check this out! :D

1. Gunung Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu (Sumber)
Gunung Tangkuban Perahu merupakan lokasi wisata paling favorit di sekitar Bandung, buktinya setiap weekend, lokasi wisata ini selalu dipadati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Banyak juga wisatawan dari luar kota yang berbondong-bondong menuju kesini. Gunung Tangkuban Perahu ini memiliki kawah yang sangat besar, sehingga siapapun yang melihatnya secara langsung akan tertakjub. Untuk mencapai puncak gunung ini sudah terdapat jalan raya sehingga dapat dicapai menggunakan kendaraan bermotor baik mobil maupun motor. Cuaca disini agak dingin, jadi janganlah lupa bawa jaket ya!

2. Pemandian Air Panas Ciater

Pemandian Air Panas Ciater (Sumber)

Tidak jauh dari Gunung Tangkuban Perahu terdapat banyak lokasi pemandian air panas di daerah Ciater. Pemandian air panas ini merupakan lokasi favorit wisatawan pada saat malam hari, karena cuacanya yang dingin dan sudah selesai dari semua aktivitas, berendam di pemandian air panas merupakan aktivitas yang cocok dilakukan saat malam hari. Ada beberapa pemandian air panas seperti Ciater Spa Resort, Kunang-kunang, dan Gracia. Rata-rata harga untuk berendam sekitar Rp 25.000 - Rp 50.000 tergantung lokasi pemandian air panasnya.

3. Floating Market

Floating Market Lembang (Sumber)
Masih di sekitar Lembang, di dekat pusat Lembang terdapat tempat makan yang unik untuk didatangi bersama keluarga. Untuk menuju Floating Market ini terbilang mudah karena banyak papan petunjuk yang mengarahkan ke Floating Market ini. Floating Market ini terdapat banyak makanan dan jajanan khas Bandung yang dijual oleh penjual di atas air menggunakan perahu, unik bukan? Cuaca di Floating Market ini sangat sejuk karena berada di dataran tinggi dan pemandangan sekitarnya pun sangat fresh, sangat cocok sekali untuk refreshing bersama keluarga.

4. Dusun Bambu

Dusun Bambu (Sumber)
Dusun Bambu ini terletak di daerah Sersan Bajuri, daerah yang mau ke arah lembang. Di Dusun Bambu ini terdapat banyak spot-spot cantik untuk berfoto, dimulai dari danau yang terdapat cottage di pinggir-pinggirnya, cafe bertema sangkar burung, dan masih banyak lagi. Untuk masuk ke Dusun Bambu ini tiketnya seharga Rp 10.000/orang.

5. Dago Pakar

Dago Pakar (Sumber)
Dago Pakar terletak di sebelah utara Kota Bandung. Dago Pakar ini merupakan lokasi wisata favorit warga Bandung untuk kabur dari rutinitas sehari-hari di kota. Disini terdapat banyak spot wisata mulai dari Gua Belanda, Gua Jepang, Tebing Keraton, dan Hutan Juanda. Dago Pakar ini masih berada di wilayah Kota Bandung, tetapi saat berada disana kalian akan merasakan atmosfer yang sangat berbeda dengan di kota, karena di lokasi tersebut masih banyak pohon-pohon yang rimbun bahkan bersenderan dengan Hutan Juanda yang masih alami sehingga membuat udara di sekitar Dago Pakar sejuk.

6. Air Terjun Maribaya

Air Terjun Maribaya (Sumber)
Tidak jauh dari Dago Pakar, terdapat Air Terjun Maribaya yang bisa dicapai dengan melakukan trekking sejauh 5 km dari Gua Belanda di Dago Pakar. Air Terjun ini adalah air terjun paling hits se Kota Bandung, selain mempunyai landscape  yang indah, air terjun ini juga memiliki debit air yang besar, sehingga membuat suara di sekitar air terjun gemuruh. Kita bisa mendekat ke air terjun tersebut menggunakan jembatan yang terletak persis di dekat air terjun tersebut.

Baca Juga:

5 Tempat Wisata Alam yang Anti Mainstream di Sekitar Bandung

7. Pangalengan

Pangalengan (Sumber)
Pangalengan ini memiliki tempat yang istimewa untuk saya, kenapa? Pangalengan ini memiliki alam yang luar biasa indahnya. Kebun teh, pegunungan, danau, semua ada disini. Untuk mencapai Pangalengan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Bandung. Pengelangan mempunyai wisata-wisata favorit seperti Situ Cileunca, Perkebunan Teh Malabar dan Situ Cisanti yang baru terkenal awal-awal ini. Selain wisata alamnya Pangalengan terkenal dengan susu KPBSnya dan juga wanitanya yang cantik-cantik #eh.

8. Kawah Putih

Kawah Putih (Sumber)
Kawah Putih terletak di daerah Ciwidey, 2 jam perjalanan dari Kota Bandung. Kawah Putih ini memiliki landscape yang luar biasa indah, untuk kalian yang fotografi, Kawah Putih ini merupakan spot yang tepat untuk mengambil foto. Terdapat hamparan kawah yang luas di tengah Kawah Putih ini, kadang muncul kabut dan asap dari kawah tersebut yang menimbulkan pemandangan yang cantik dan juga pemandangan sekitar yang masih alami membuat Kawah Putih mempunyai keindahan tersendiri bagi wisatawan.

9. Situ Patenggang

Situ Patenggang (Sumber)
Situ Patenggang ini terletak tidak jauh dari Kawah Putih. Situ itu artinya danau dalam bahasa Sunda. Danau ini memiliki keindaha yang tak kalah cantiknya dengan Kawah Putih. Bedanya Kawah Putih lebih indah dilihat saat cuaca cerah, tapi Situ Patenggang lebih indah saat cuaca mendung. Kenapa ya? Karena saat mendung biasanya kabut turun ke danau sehingga menimbulkan kesan mistis bahkan cenderung romantis sendu, apalagi kesini bareng dengan pacar. Lengkap!

10. Caringin Tilu

View dari Caringin Tilu (Sumber)
Caringin Tilu terletak di daerah Cicadas. Untuk mecapai Caringin Tilu, kalian harus menuju Saung Angklung Mang Udjo, darisana kalian tinggal lurus terus ikuti jalan sampai terdapat banyak warung-warung yang menghadap ke kerlap-kerlip Bandung dari bukit ini. Terdapat juga Warung Daweung yang terletak di bukit paling tinggi disini, letaknya 15 menit lagi perjalanan dari warung-warung tersbut. Di Warung Daweung ini kita bisa melihat Kota Bandung lebih jelas dan lebih atas dibanding warung-warung tadi. Di Warung Daweung ini atau yang terletak di Bukit Moko sekarang sering dijadikan spot untuk menikmati sunrise ataupun sunset di Kota Bandung.

11. Punclut 

Punclut (Sumber)
Punclut ini tipikalnya sama dengan Caringin Tilu, kita bisa melihat Kota Bandung dari atas bukit. Namun bedanya di Punclut ini suasanannya lebih ramai dan terdapat lebih banyak tempat makan bahkan restora. Untuk mencapai Punclut kalian bisa mengambil arah ke daerah Ciumbuleuit, disana bisa tanya-tanya ke warga arah Punclut kemana. Rata-rata makanan di Punclut berkisar dari Rp 10.000-Rp 35.000 per porsi. Makan di Punclut sangat nikmat karena menikmati hidangan sambil ditemani cuaca yang dingin, makan pun semakin lahap.

12. Alun-Alun Kota Bandung

Alun-alun Bandung (Sumber)
Setelah mempunyai Wali Kota yang baru yaitu Kang Emil, wisata-wisata di tengah Kota Bandung dipoles sehingga tidak kalah menariknya dengan wisata-wisata yang ada di sekitar Bandung seperti Lembang dan Ciwidey. Sekarang Alun-Alun Kota Bandung menjadi daya tarik wisatawan karena arsitekturnya yang unik dan menarik serta mempunyai unsur sejarah yang kental karena keberadaan Gedung Asia Afrika yang bersejarah. Di sekitar Alun-Alun Kota Bandung pun terdapat area Sungai Cikapundung dan taman-taman lainnya yang dipoles oleh Kang Emil untuk dijadikan tempat wisata di tengah Kota Bandung. 

Selamat mencoba dan berlibur di Bandung ya! Hatur nuhun dan wilujeung sumping di Bandung! :D
Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

5 Tempat Wisata Alam yang Anti Mainstream di Sekitar BandungAla Backpacker

Main ke Bandung tapi ke situ-situ aja? Lembang lagi? Ciwidey lagi? Mmmm bosen! Ditambah tempat wisata di daerah Lembang dan Ciwidey yang semakin padat sama wisatawan, membuat liburan kita ke wisata alam semakin tidak terasa karena tempat wisata tersebut yang terlalu ramai. Saatnya cari referensi wisata lain di sekitar Bandung, yang gak kalah cantiknya dengan wisata-wisata di Lembang dan Ciwidey. Disini saya berikan 5 tempat wisata yang masih jarang dikunjungi di sekitaran luar Bandung yang bisa ditempuh sekitar 2 jam-an dari Kota Bandung. Yuk disimak!

1. Situ Cisanti

Situ Cisanti (Sumber)
Siapa yang gatau Sungai Citarum? Sungai yang merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat ini ternyata memiliki hulu yang sangat cantik dan eksotis! Ya, namanya Situ Cisanti yang terletak di Pangalengan, 2 jam perjalanan dari Kota Bandung. Selain keindahannya, situ ini memiliki fungsi yang sangat besar bagi masyarakat Jawa Barat dan memiliki sejarah dengan Kerajaan Pasundan. Untuk informasi dan cara menuju Situ Cisanti bisa dilihat (disini).

2. Curug Malela

Curug Malela (Sumber)
Pernah mendengar air terjun Niagara? Ternyata Jawa Barat pun punya miniaturnya loh! Ya, namanya Curug Malela yang terletak di dekat daerah Waduk Saguling. Curug Malela ini memiliki lebar yang luas, karena itulah air terjun ini diberi nama niagara mini di Jawa Barat. Untuk mencapai Curug Malela ini dibutuhkan tenaga dan kesabaran ekstra karena medannya yang penuh tantangan. Air terjun ini bisa dijadikan wisata alam alternatif, karena relatif wisatawan masih jarang yang berkunjung ke air terjun ini. Untuk informasi lainnya tentang Curug Malela bisa dilihat (disini).

3. Gunung Galunggung

Gunung Galunggung (Sumber)
Kalo kalian pernah tinggal pada tahun 1988, gunung inilah yang membuat Bandung ditutupi oleh abu bermeter-meter karena letusannya. Gunung Galunggung, gunung ini terletak di Tasikmalaya, letaknya 2 jam perjalanan dari Kota Bandung. Gunung ini merupakan salah satu gunung terbesar di Jawa Barat. Di tengah gunung tersebut, terdapat hasil letusan yang menjadi sebuah cekungan dan terdapat kawah, persis seperti Gunung Rinjani. Gunung Galunggung sekarang menjadi tempat wisata yang fasilitasnya sudah lengkap. Tapi untuk mencapai puncak kita butuh perjuangan dulu, karena harus menaiki kurang lebih 300 anak tangga. Untuk informasi lengkapnya bisa dilihat (disini).

Baca Juga:

Taman-Taman Tematik di Kota Bandung Sulapan Ridwan Kamil (Lengkap)

4. Gunung Padang

Gunung Padang (Sumber)
Gunung Padang ini terletak 1,5 jam perjalanan dari Kota Bandung. Letaknya ada di Cianjur. Gunung Padang ini merupakan gunung yang kontroversial, ada yang bilang bahwa gunung ini lebih tua dan lebih besar dibanding Piramida yang ada di Mesir, maka dari itu banyak arkeolog dari Indonesia maupun luar negeri yang meneliti keberadaan Gunung Padang ini. Wilayah yang dibuka untuk wisata hanyalah beberapa, sebenernya lokasi Gunung Padang ini sangat besar, tetapi karena masih diteliti hanya beberapa bagian saja yang dibuka. Di gunung ini terdapat batu-batu yang merupakan peninggalan zaman dahulu, yang keberadaannya masih belum diketahui. Selain itu, pemandangan di sekitar Gunung Padang ini pun bagus dan udaranya pun segar. Menarik bukan?

5. Keliling Cianjur Selatan

Alam Pangalengan
Tahukah kamu? Alam Jawa Barat itu tidak ada habisnya. Gunung, laut, air terjun, danau, sungai, semua ada di Jawa Barat, terutama keindahan alam di bagian selatan Kota Bandung ini. Di selatan Kota Bandung terdapat bentangan alam yang sangat indah, mulai dari kawasan Ciwidey, Cianjur Selatan dan Pangalengan. Saya merekomendasikan untuk memutari daerah selatan itu selama 1 hari, one day tour lah istilahnya. Selama perjalanan kalian bisa melewati berbagai keindahan tanah pasundan mulai dari kebun teh, pegunungan, pantai, dan melewati pegunungan lagi dan bisa mampir di Situ Cileunca dengan jalur Bandung-Ciwidey-Cianjur Selatan(Ranca Buaya)-Pangalengan-Bandung. Untuk informasi lengkapnya bisa dililihat (disini).

Itulah 5 tempat wisata anti mainstream di sekitar Bandung yang wajib kalian kunjungi, karena alam yang masih alami, wisatawan masih sepi, dan cantiknya ga kalah sama wisata-wisata lainnya. Yuk, terus explore alam Indonesia, tapi ingat tetap jaga dan lestarikan alamnya, biar masih bisa dinikmati juga oleh anak cucu kita ya!

Baca Juga:

12 Tempat Wisata Favorit di Bandung dan Sekitarnya

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

Situ Cisanti, Hulu Sungai Citarum yang EksotisAla Backpacker

Beberapa tahun kebelakang, Sungai Citarum ramai diperbincangkan oleh media-media nasional karena termasuk predikat salah satu sungai paling tercemar di dunia! Sungai Citarum ini memang sering dijadikan pembuangan limbah oleh pabrik-pabrik yang ada di sekitarnya, regulasi dari pemerintah yang kurang dan kesadaran industri kepada lingkunganlah yang menyebabkan sungai ini menjadi sangat tercemar.

Tetapi siapa disangka, Sungai Citarum ini memiliki hulu yang sangat cantik dan sangat jernih airnya. Letak hulunya berada di Situ Cisanti yang berada di Perkebunan Teh Malabar, Pangalengan. Situ Cisanti ini juga terletak di kaki Gunung Wayang. Karena letaknya yang berada di ketinggian, Situ Cisanti ini mempunyai udara yang sejuk dan fresh, cocok untuk melakukan refreshing.

Pemandangan cantik ini yang bisa ditemukan di Situ Cisanti (Sumber)
Tak hanya perannya yang sangat penting bagi sumber kehidupan warga Jawa Barat Situ Cisanti merupakan salah satu dari saksi sejarah dari masa kerajaan hingga zaman kolonialisme dulu. Situ Cisanti ini merupakan sebuah petilasan (tempat persinggahan) dari Dipatiukur, yang merupakan seorang wedana para bupati Priangan pada abad ke-17. Dipatiukur memimpin pasukan untuk menyerang Belanda di Batavia pada tahun 1628. Disebutkan bahwa kekalahan Dipatiukur disebabkan oleh adanya pengkhianatan dari pemimpin masyarakat Sunda lain, sehingga akhirnya Dipatiukur dan pengikutnya mudah dikalahkan. Menurut kabar, Bujangga Manik, putra Raja Padjajaran, pada abad ke-5 pernah mengunjungi Situ Cisanti ini pada perjalanannya mengunjungi tempat-tempat suci di Pulau Jawa dan Bali dengan berjalan kaki seorang diri.

Selain berperan penting dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Jawa Barat, Situ Cisanti ini juga mempunyai pemandangan dan fasilitas seperti jembatan yang bisa dijadikan tempat untuk hunting foto. Selain hunting foto, aktivitas lain yang bisa dilakukan di Situ Cisanti ini yaitu memancing dan keliling danau menggunakan perahu, bahkan bisa camping (btw, saya tahun baruan 2015 disini hehe).

Jembatan di Situ Cisanti (Sumber)

Mirip kaya New Zealand kan? :3

Cara Menuju Situ Cisanti

Situ Cisanti terletak 60 Km dari Bandung, lama perjalanan dari Bandung adalah sekitar 2 jam perjalanan menggunakan motor atau mobil (itu kalo ga macet ya :p). Untuk mencapai Situ Cisanti ini ada dua jalur yang bisa dilalui.

Rute pertama: Bandung-Banjaran-Pangalengan. Di Pangalengan kita menuju Perkebunan Teh Malabar, di pertigaan kotanya belok kiri menuju pabrik KPBS (kalo ke kanan ke Situ Cileunca). Dari situ lurus terus sekitar 1 jam nanti bakal menemukan Situ Cisanti di pinggir jalan.

Rute kedua: Bandung-Ciparay-Pacet-Kertasari. Sebenarnya jalur ini lebih cepat dibanding jalur pertama, tapi jalur ini lebih menanjak.

Untuk kalian yang mau lebih dapet view di perjalanan lebih baik pilih rute pertama, kalo mau cepet rute kedua :)

Fasilitas dan Harga Tiket di Situ Cisanti

Untuk fasilitas yang tersedia di Situ Cisanti termasuk lengkap. Ada kamar mandi, cottage, perahu untuk mengitari danau, lahan parkir, dan mushola. Harga tiket untuk masuk ke Situ Cisanti ini yaitu sebesar Rp 7.500/orang, Rp 2.000 untuk motor dan Rp Rp 5.000 untuk mobil. Murah kan? Tentu Situ Cisanti ini bisa menjadi alternatif wisata murah meriah dan ga kalah indahnya sama wisata-wisata lain di Jawa Barat! Selamat mencoba yah guys!

Sewaktu tahun baruan di Situ Cisanti
Untuk melihat wisata-wisata lain di sekitar Bandung yang anti-mainstream bisa dilihat di artikel di bawah ini ya!

5 Tempat Wisata Alam yang Anti Mainstream di Sekitar Bandung

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

Menyusuri Keindahan Alam Ciwidey, Rancabuaya, dan PangalenganAla Backpacker

Alam Jawa Barat
Alam Jawa Barat (Sumber)
Pesona dan keindahan alam tanah pasundan di Jawa Barat memang tidak ada habisnya. Tempat wisata di Jawa Barat hampir tidak terhitung jumlahnya, mulai dari gunung, pantai, danau, tebing, wisata budaya, wisata belanja, semuanya lengkap ada di Jawa Barat. Wisatawan mungkin sering berkunjung ke wisata-wisata terkenal yang ada di dekat Kota Bandung seperti Lembang dan Ciwidey. Namun tahun lalu saya dan teman-teman kuliah, pernah melakukan random trip untuk menyusuri jalur selatan di sebelah selatan Bandung yaitu dimulai dari Ciwidey lalu menuju Rancabuaya dan kembali ke Bandung melewati Pangalengan. Selama perjalanan kami melewati landscape yang luar biasa indahnya!



Kami berangkat jam 5 pagi dari Bandung menggunakan mobil, semua seat terisi penuh. Sebelum berangkat kami sempat ngopi dulu untuk menghangatkan badan karena cuaca Bandung yang pada saat itu sedang dingin-dinginnya. Kami berangkat melalui jalur Kopo-Ciwidey, di Ciwidey kami isi makan dulu si mobil, karena liat artikel-artikel kalo selama perjalanan Ciwidey-Rancabuaya tidak ada SPBU. Nyatanya, memang setelah Kawah Putih dan Situ Patenggang, jalanan mulai rusak dan tidak ada bangunan ataupun rumah, hanya ada pemandangan yang kaya gini aja.

Pemandangannya gini doang sih~ #ngehe
Kami sempat turun beberapa saat buat selfie dan menghirup udara segar yang cukup bikin pengen pipis. Dari Bandung untuk mencapai lokasi ini yaitu sekitar 2 jam perjalanan, setelah lokasi ini jalan semakin rusak tapi pemandangan semakin indah! Di perjalanan kami melewati sungai yang jernih airnya, hutan yang masih alami, sawah, dan pegunungan yang cukup membuat saya takjub.

Salah satu pemandangan di perjalanan :3
1 jam perjalanan dengan jalanan yang rusak, dengan kondisi terumbang-ambing, kami disuguhi oleh air terjun yang jumlahnya banyak, setiap tikungan pasti menemukan air terjun, terlihat dari jauh air terjun tersebut bersumber di salah satu bukit. Kami sempat beristirahat di salah satu warung, dan bertanya kepada warga sekitar, ternyata air terjun tersebut dinamakan Curug Tilu karena memang dari kejauhan di bukit tersebut berjumlah tiga dan berderetan. Setelah melanjutkan perjalanan, ternyata kami melewati salah satu air terjun itu di pinggir jalan! iya, pinggir jalan raya, persis di belokan. Kami pun turun dan menikmati air di air terjun itu yang rasanya dingin bingits.

Tinggal nyebur, tapi gabawa baju~
Setelah puas menikmati air terjun itu, kami lanjutkan lagi perjalanan yang entah kapan sampainya~
Kami sempat membuka GPS dan mencari tahu keberadaan kami itu dimana, karena disepanjang jalan, kami tidak menemukan kehidupan, rasanya semakin tersesat ke antah berantah. Tapi akhirnya kami mendapat sinyal dan GPS memberi tahu kami kalo perjalanan masih 80KM lagi menuju Pantai Rancabuaya, what?! iya, ternyata 80 KM lagi dan selama 80 KM itu jalannya rusak, walaupun ada sebagian jalan yang mulus tapi itupun sikit.

Setelah pantat berdarah-darah melewati segala rintangan, kami pun akhirnya sampai di daerah Pantai Rancabuaya. Sebelum sampai pantai ini, kami melewati jalan yang ada di pinggir pantai, pemandangan di sepanjang jalan ini indah sekali. Total perjalanan dari Bandung sampai Pantai Rancabuaya ini selama hampir 6 jam! Tapi rasa lelah pun tak terasa karena sepanjang perjalanan disuguhi pemandanga yang fresh.

ranca buaya
Akhirnya sampai pantai~
Di pantai kami hanya beristirahat sambil menikmati hawa pantai yang terbilang cukup sejuk di Pantai Rancabuaya ini. Hampir setengah jam kami berdiam diri disini, kami pun bergegas untuk melanjutkan perjalanan untuk pulang melewati Pangalengan. Dari pegunungan kami turun ke pantai, dan pulang lewat pegunungan lagi, seru!

Perjalanan dari Rancabuaya menuju Bandung termasuk cepat, karena jalanannya yang sudah mulus banget! anak touring atau anak motor pasti suka nih buat cornering kesini. Di perjalanan saat akan melewati kebun teh, kami melewati jalan yang tanjakannya sangat curam, tapi sesudah sampai di atas, pemandangannya bro, ga ada dua! karena letaknya ada di ketinggian, rasanya kami berada di atas awan dan pemandangan dari atas pun cantik banget!

Pemandangan #1

Pemandangan #2
Pemandangan #3
Setelah melewati perkebunan teh, kami melewati Situ Cileunca, salah satu danau terbesar di Jawa Barat. Tapi, sayang kondisinya tidak terawat dan banyak sampah, walaupun pemandangannya masih cucok. Situ Cileunca ini dulunya jadi primadona liburannya warga Bandung padahal. Kami sempat turun di Situ Cileunca beberapa saat, sambil mengistirahatkan pantat dan foto-foto cantik. Setelah dari Situ Cileunca pun kami pulang ke Bandung dengan selamat setelah melewati perjalanan selama lebih dari 12 jam melewati gunung dan lautan (pantai kale).

Kami sampai di Situ Cileunca~ *muka pada belum mandi
Jangan sirik :3 (@Situ Cileunca)
Untuk melihat wisata-wisata lain di sekitar Bandung yang anti-mainstream bisa dilihat di artikel di bawah ini ya!

5 Tempat Wisata Alam yang Anti Mainstream di Sekitar Bandung

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

Gunung Galunggung, Rinjani di Tanah PasundanAla Backpacker

Gunung Galunggung (Sumber)
Siapapun pecinta traveling dan jalan-jalan pasti punya impian ingin mendaki ke Gunung Rinjani, di Lombok. Namun, kadang ada traveler yang tidak mampu naik gunung mungkin karena keterbatasan fisik, waktu, ataupun dana. Untuk kalian traveler yang belum bisa ke Gunung Rinjani, apalagi kalian berdomisili di Jawa Barat, ada gunung yang hampir persis dengan Gunung Rinjani loh! Lokasinya di Tasikmalaya, yap gunung ini adalah Gunung Galunggung.

Gunung Galunggung ini terletak 17 km dari pusat kota Tasikmalaya dan sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Bandung, ketinggian gunung ini adalah sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terakhir meletus pada tahun 1983. Ayah saya pernah bercerita sewaktu Gunung Galunggung ini meletus, di Kota Bandung dipenuhi abu setebal 3 meter! Semua kegiatan perkantoran, sekolah dan pemerintahan lumpuh hampir selama 1 bulan. Bagaimana tidak dahsyat, bila dilihat dari foto, gunung ini memiliki kawah yang terletak di tengah-tengah gunung tersebut, dan kawah ini adalah hasil letusan pada letusan tahun 1983 itulohhh! :O

(Kawah) Segara anakannya Gunung Galunggung
Kawah itulah yang menyerupai segara anakannya Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Galunggung ini pun mempunyai kawah yang menyerupai danau dan terletak di bawah puncak gunung tersebut. Bedanya untuk menuju puncak Gunung Galunggung ini relatif mudah karena ada jalan yang bisa dilalui kendaraan sampai lokasi parkir, dari lokasi parkir tersebut, kita harus menaiki tangga yang banyak dan cukup terjal. Tipsnya sih jangan liat ke atas dan jangan diitung, enjoy aja :))

Aku tak sanggup kak #jangan liat ke atas ya :))
Untuk mencapai puncak Gunung Galunggung saya memerlukan waktu sekitar 30 menit, karena memang pengen menikmati alamnya sambil jepret-jepret (sebenernya alesan, behind on the scenenya tiap 10 langkah tarik napas sambil kecapean LOL). Setelah sampai di atas puncak Gunung Galunggung ini tidak ada aktivitas lain lagi selain menikmati alam dan foto-foto. Kecuali untuk para petualang yang ingin camping disini bisa turun ke kawah dan bikin tenda disana. Cuaca disini sejuk, hampir sama dengan cuaca di daerah Lembang, cocok untuk refreshing.

Sayangnya saat kesini, cuacanya lagi mendung, jadi ga keliatan seluruhnya :(
Untuk menuju ke Gunung Galunggung dari Bandung, kalian bisa mengambil jalur ke arah Cileunyi. Di Cileunyi kalian bisa mengambil ke arah Tasikmalaya (biasanya ntar ada 2 jalur, ke kiri Tasikmalaya, ke kanan Garut, ambil kiri). Nanti di tengah perjalanan kalian akan menemukan papan petunjuk jalan "arah menuju Gunung Galunggung". Dari belokan itu, gerbang wisata Gunung Galunggung ada di sekitar 20-30 km lagi. Persiapkan kondisi motor yang baik dan isi bensin sebelum belokan tersebut, karena setelahnya udah ga ada lagi SPBU. Selamat mencoba :)

Hasil selfie di Gunung Galunggung *abaikan muka kusem dan ga karuan itu ya kak :))
Untuk melihat wisata-wisata lain di sekitar Bandung yang anti-mainstream bisa dilihat di artikel di bawah ini ya!

5 Tempat Wisata Alam yang Anti Mainstream di Sekitar Bandung

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

Curug Malela, Niagara Mini di Bandung!Ala Backpacker

Curug Malela (Sumber)
Mimpi pengen liat Air Terjun Niagara yang terkenal itu? Kalo belum bisa kesana, kalian ga perlu jauh-jauh untuk melihat air terjun itu, di Bandung ada air terjun serupa tapi versi "mini" nya loh. Nama air terjun itu adalah Curug Malela, dalam bahasa sunda, curug itu artinya air terjun. Lokasinya memang cukup jauh dari pusat Kota Bandung, tapi tempat ini bisa jadi tempat wisata alternatif kalo bosen sama wisata-wisata yang begitu-begitu aja :)

Beberapa bulan kemarin saya sempat berkesempatan mengunjungi curug ini bersama Lylis menggunakan motor kesayangan saya. Tanpa modal survey terlebih dahulu, kita menuju Curug Malela sekitar jam 9 pagi. Untuk menuju curug tersebut, kita bisa mengambil arah Cimahi dari Kota Bandung, dari Cimahi kita ke arah Padalarang dan lurus terus sampai ada pertigaan yang belok kiri itu ada tulisan ke arah "Waduk Saguling", dari pusat Kota Bandung menuju pertigaan ini adalah sekitar 1 jam. Sebelumnya memang pernah baca kalo diwanti-wanti jalan menuju curug ini rusak parah, tapi ya namanya anak muda penasaran dan pantang takut jadi hajar aja :p

Dari pertigaan tersebut, tinggal ikutin saja arah menuju Curug Malela karena sudah terdapat banyak petunjuk arah menuju Curug Malela. Dari pertigaan tersebut terdapat petunjuk arah menuju Curug Malela yang jaraknya sekitar 20km dari pertigaan itu, sepanjang jalan menuju curug tersebut memiliki pemandangan yang cantik, jadi jangan khuatir cape ataupun bosan diperjalanan ya.

Kaget juga dapet peringatan kaya gini :))
Pemandangan selama perjalanan menuju Curug Malela disuguhi pemandangan yang luar biasa karena kita bakal melewati bukit-bukit di sekitaran Waduk Saguling, melewati pedesaan, dan sungai-sungai jernih yang gabakal kita liat di perkotaan, sejuk pokonya!

Pemandangan sungai khas pedesaan selama perjalanan ke Curug Malela :)
Setelah perjalanan selama 1 jam, 1 jam termasuk lama karena kita sering berhenti, menikmati udara segar, sambil jepret-jepret cantik, akhirnya kita sampai juga di gerbang menuju Curug Malela. Biaya masuk untuk masuk kesini adalah Rp 10.000 sudah termasuk 2 orang dan 1 motor. Pas saya tanya petugasnya masih berapa jauh lagi, dia bilang sekitar 1 km lagi sampai tempat parkir "katanya". Pikiran saya bakal sampai sekitar 5-10 menit lagi, ternyata sampai di tempat parkirnya itu 30 menit karena jalanannya ancur parah! (jadi inget tulisan yang tadi, ANDA RAGU-RAGU, LEBIH BAIK KEMBALI wakakakak). Jalanannya ga ada aspal sama sekali, penuh lumpur dan bebatuan jadi motor sulit dikendalikan, banyak motor yang lewat pun pada pake motor trail semua, ibarat salah kostum pake motor bebek kesini :))

Jalan menuju lokasi parkir Curug Malela :)
Entah memang pemerintah sengaja meng"alami"kan lokasi wisata ini, atau entah tidak dipedulikan, yang pasti semoga wisata ini bisa berkembang dan jadi wisata andalan lainnya di Bandung. Setelah sampai lokasi parkir dengan penuh keringat dan lumpur karena beberapa kali jatuh, kita makan gorengan dan beli air minum untuk persiapan trekking. Hah? Trekking? yap trekking, setelah berjibaku dengan jalanan yang rusak parah selama 15-30 menit, untuk mencapai curug ini kita harus trekking lagi dari lokasi parkir sekitar 30 menit dengan jalan kaki.

Curug Malela terlihat di tengah perjalanan trekking menuju ke bawah.
Selama perjalanan trekking pun rasa lelah tidak akan terasa karena pemandangan sekitarnya sungguh sejuk, alam terbuka dan gunung-gunung di sekitar seakan akan memberi semangat lebih kepada kita untuk mencapai Curug Malela tersebut hihi. Setelah sampai di Curug Malela, semua rasa letih dan cape bakal terbayar! Terlihat dari jauh dan di foto-foto orang curug ini tampak tidak begitu spesial, tetapi saat saya lihat aslinya, curug ini begitu megah! airnya deras, jadi jangan coba-coba untuk berenang disini, jangan-jangan ntar kamu terbawa sampai Waduk Saguling nantinya :))

Akhirnya sampai juga di Curug Malela :) 4 jam perjalanan!
Syukur alhamdulillah, bisa sampai dengan selamat, dengan badan yang masih utuh hahahaha next time kalo kesini lagi minimal bawa x-trail biar ga cape dijalan, tapi kalo kamu suka tantangan sih perjalanan ke curug ini menjadi keseruan sendiri hehe. Kalian harus coba air disini deh, airnya sejuk, jernih dan segarrrrrr! Tetap jaga alam sekitar kita yah, jangan buang sampah sembarangan :D see you next trip!

Untuk melihat wisata-wisata lain di sekitar Bandung yang anti-mainstream bisa dilihat di artikel di bawah ini ya!

5 Tempat Wisata Alam yang Anti Mainstream di Sekitar Bandung

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)