Liburan Ala Backpacker ke Sydney Australia!Ala Backpacker

Sydney (Sumber)
Bulan kedua tinggal di Corindi, New South Wales (Soon), kami memilih untuk ambil libur lagi, karena mungin sudah jenuh dengan pekerjaan yang setiap hari melakukan hal yang sama, we need refreshing! 1 bulan lamanya setelah liburan ke Waterfalls Way, akhirnya kami liburan lagi dan merencanakan liburan ke Sydney, ihiy!

Jarak dari tempat kami tinggal yaitu Corindi, Coffs Coast ke Sydney jaraknya sekitar 500 km, yang bisa menghabiskan waktu 6 jam perjalanan. Waktu yang tidak sedikit memang, tapi saya pun memang penasaran dengan pesona Sydney, kota kedua tercantik di Australia setelah Melbourne. Waktu kami memang tidak banyak, kami hanya mendapatkan jatah libur 2 hari, so kami hanya akan stay di Sydney selama 1 malam dan seperti biasa, Let's go!
Kami tentunya berangkat menggunakan mobil karena setelah dihitung ternyata lebih murah dibanding naik bus Greyhound. Kalo kami naik bus Greyhound tiket one way aja sudah sekitar $100 an, kalo naik mobil duit $100 bisa untuk pulang-pergi dan jajan-ajan disana. Untuk meminimalisir barang pun, kami hanya membawa alat-alat camping dan daypack masing-masing 1 dan tidak lupa juga Indom** #eh #bukaniklan.

Kami berangkat hari Jum'at setelah beres kerja dan tidur di campsite sekitar Port Macquire. Keesokan harinya kami melaju dari Port Macquire menuju Sydney, perkiraan sampai sekitar 3-4 jaman lagi. Semakin dekat ke kota, kendaraan di jalan semakin banyak dan jalan semakin lebar, kamera speeding pun makin banyak.

Sampai di highway sebelum Sydney, kami harus melalui toll, M5 toll yang arahnya langsung menuju ke CBD Sydney. Bisa tidak lewat Toll, tapi mutarnya sekitar 1 jam an, belum +macetnya. Biaya toll M5 ini hanya sekitar $4,5 sekali trip dan juga +$1,5 untuk di Sydney Harbour Bridge. Sampai di Sydney Harbour Bridge, kami melewatinya di atas jembatannya langsung loh! begitu megahnyaaaaa.

Sydney Harbour Bridge!
Begitu sampai di Sydney, kami langsung menuju Sheralee Caravan Park. Kenapa di Caravan Park? Karena harganya lebih murah dibanding di hostel :D Harga kamar di hostel sekitar $25/malam itupun di kamar yang isinya 10/20 orang. Di Caravan Park, kami sewa lahan untuk tenda hanaya sekitar $12/malam dan private :D lokasi caravan parknya pun tidak jauh dari CBD Sydney hanya sekitar 15 menit driving.

Tenda kami di Caravan Park :)
Setelah kelar pasang tenda, kami pun langsung cus menuju CBD Sydney! Pertama, kami menuju St. Mary Cathedral, gereja tua yang berdiri megah di tengah-tengah kota. Selain dijadikan tempat beribadah, St. Mary Cathedral ini pun sering dijadikan tempat untuk berfoto karena bangunannya yang megah dan antik. Kami parkir di sekitaran St. Mary Cathedral, parkir seharga $6/jam.

St. Mary Cathedral
St. Mary Cathedral
Tak lama di St. Mary Cathedral, kami pun pindah tempat menuju Sydney Opera House. Disini kami tidak tau mau parkir dimana, karena semua parkiran di pinggir jalan sudah penuh semua, jadi kami pun langsung menuju ke area Sydney Opera House, dan masuk ke parkirannya, and guess what? harga parkirannya $38 untuk 30 menit! #meninggalsesaat. Karena udah terlanjur masuk dan gak bisa puter balik kalo kata basa sunda mah "kagok edan!", kami pun parkirkan mobil dan segera menuju ke Sydney Opera House yang terletak di atas parkirannya persis.

Di lokasi Sydney Opera House ini, kita juga bisa melihat pemandangan sekitaran Sydney, terlihat Sydney Harbour Bridge dari kejauhan dan juga sungai serta kapal-kapal yang sedang lalu lalang. Cantik pokok'e!

Sydney Opera House
Sydney Opera House
Sydney Harbour Bridge
Sydney Harbour Bridge dari kejuahan ;)
30 menit kami manfaatkan untuk berfoto. Sebenarnya ada bar di sekitar situ, enjoy juga bisa minum-minum atau ma'em cantik di pinggir sungai sambil menikmati pemandangan sekitarnya. Tapi waktu tidak cukup, akhirnya kami kembali ke parkiran dan cari makan untuk dinner. Karena selama di countryside kami sulit sekali mencari makanan Indonesia, karena mumpung di Sydney kami dinner di restoran makanan Indonesia! Kami mencoba restoran yang bernama Indo Rasa. Ada batagor! ada pempek! ada nasi goreng! ada pecel! lengkap semuaaaa. Akhirnya kami pesan semua! hahaha entah berapa yang kami habiskan disana, yang penting puas hehe kisaran harga di Indo Rasa ini sekitar $8-12 per porsi, cenderung murah dibanding di Cairns, North Queensland.

Indo Rasa
Batagor
Kenyang setelah dinner, kami pun menuju ke Darling Harbour. Di Darling Harbour ini selalu ada fireworks setiap 2 minggu sekali loh guys! Karena bertepatan dengan tanggal mainnya, kami pun segera menuju kesana karena katanya fireworksnya mulai jam 9 malam tapi ini baru jalan jam 8.45 (kebiasaan orang Indo) -_- sampai di parkiran yang lumayan jauh dari Darling Harbour, kami pun lari karena suara fireworks sudah terdengar, aaaakk! Akhirnya, kami pun cuman bisa menikmati firewoks dari kejauhan :( disini pun, kami meet-up kembali dengan teman lama kami, Mado yang dulu kami bekerja bersama di Mango Farm Darwin dan Cairns.

Darling Harbour
Tak lama berbincang, cipika-cipiki, kami pun kembali ke parkiran dan kembali ke Caravan Park untuk bobok! Keesokan harinya, sebelum kembali menuju Corindi, kami menyempatkan berkunjung ke Bondi Beach, pantai yang cukup terkenal di Sydney! Gak main surfing sih, cuman ikut nyebur sedikit, airnya dingin banget! rkir di Bondi Beach hanya sekitar $4/15 menit.

Bondi Beach
Setelah puas main air di Bondi Beach, kampi pun brekky (bahasa gaul breakfast Australia) dulu di KFC dan langsung balik menuju Corindi, pulang kampung!

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

Backpacker Keliling Batu, Malang dan SurabayaAla Backpacker

Jembatan Suramadu, Surabaya (Sumber)
Jawa Timur? Hmm siapa yang gatau Jawa Timur. Jawa Timur memiliki banyak sekali tempat wisata, mulai dari wisata alam, rekreasi keluarga, hingga kuliner setiap kotanya yang menggugah selera. Tahun kemarin saya sempat melakukan perjalanan mengelilingi Jawa Timur mulai dari Batu, lalu lanjut ke Malang, dan Surabaya. Saya melakukan perjalanan tersebut selama 4 hari, tentunya dengan backpacking. Dan kalian tahu berapa budget yang saya habiskan untuk transportasi selama perjalanan? Rp 150.000! Cek (disini) deh.

Sebenarnya tidak pernah ada sama sekali rencana untuk backpackeran keliling Batu, Malang dan Surabaya ini. Rencana ini muncul karena saat saya dan Lylis akan memulai pembelajaran di (Kampung Inggris Pare Kediri), saat itu memang kita sengaja datang 5 hari lebih awal untuk mencari penginapan disana. Pada sore harinya saat kita sampai dan sudah dapat kosan masing-masing, kita makan sore di sebuah tempat makan dan baru sadar kalo kita lagi ada di Jawa Timur! karena memang pembelajaran di Kampung Inggris masih lama mulainya dan daripada ngebangke di kosan yang ga ada tv dan ga ada sinyal, kita memutuskan pergi sore itu juga dari Kampung Pare! Bahahaha ada 2 teman yang baru kenal juga ikut dengan kita hehe

Batu Night Spectacular

Kita mulai perjalanan ke Batu menggunakan bus dari Terminal Pare, sebenarnya bus yang menuju kesini asalnya dari Terminal Kediri, jadi kalo yang dari arah Bandung atau Jakarta bisa menuju Kediri dulu lalu lanjut menggunakan bus ke Batu yang harganya cuma Rp 15.000 untuk jarak 2 jam perjalanan, is it cheap, right? Saat sampai di Batu kita pun mencari penginapan di tengah malam! Karena belum ada persiapan apapun jadi kita go show aja langsung disana, syukurnya kita bertemu salah seorang ibu-ibu yang menawarkan penginapan dengan harga Rp 150.000, dan lokasinya tepat disebrang BNS (Batu Night Spectacular). 
Batu Night Spectacular
Setelah menyimpan barang, kita pun langsung berkunjung menuju BNS yang lokasinya ada di sebrang penginapan kita. Untuk info harga tiket dan cerita lengkanya, bisa dilihat (disini). Di BNS ini kita hanya bermain beberapa permainan dan mengunjungi lokasi area lampion yang romantis! Cuaca di Batu ini mirip dengan Lembang di Bandung, cuacanya segar, sendu-sendu gimana gitu :3 Tidak berlama-lama di BNS kita pun cari makan di sekitara BNS, ada baso seharga Rp 5.000, tapi kuahnya dingin -_- setelah beres makan, kita pun kembali ke penginapan untuk beristirahat.

Ada danau gitu, lucu :3

Jatim Park 2

Besok paginya, kita berangkat menuju Jatim Park 2 yang lokasinya tidak jauh dari lokasi BNS tadi. Kita berjalan kaki menuju Jatim Park selama 15 menit. Tapi setelah sampai ternyata kita terlalu bersemangat, Jatim Park ini bukanya jam 10 sedangkan kita sampai disana itu jam 9, akhirnya nunggu deh sampe loketnya buka. Harga tiketnya kalo gasalah Rp 120.000 untuk tiket terusan ke Batu Zoo Park, Eco Green Park dan Museum Satwa.

Salah satu karya di Eco Green Park
Pertama-tama kita masuk ke Eco Green Park, disini lebih ke pengetahuannya, karena sepanjang rute, yang kita bisa lihat yaitu pengetahuan-pengetahuan mengenai binatang, tumbuhan, dan budaya. Serta pemanfaatan barang-barang bekas yang di daur ulang dijadikan barang-barang kreatif. Untuk mengelilingi rute sampai habis butuh sekitar waktu 2 jam dengan jalan kaki. Tapi, kalo gamau cape, ada sepeda motor yang disewa seharga Rp 100.000, sayang tapi :p

Setelah itu kita isi perut dulu, di warung di daerah deket Eco Green Park, emang sih tempat makan para supir, tapi apa salahnya kalo murah meriah, bisa ngobrol sama bapak-bapak disana lagi :3 Setelah makan, kita menuju ke Batu Zoo Park yang berada di sebelah Eco Green Park. Batu Zoo Park ini mempunyai rute sendiri, jadi gaperlu bingung tinggal ikuti rute kita dijamin sudah mengelilingi semua isi kebun binatang. Yang buat saya kagum dengan Batu Zoo Park ini adalah perawatan dan pegelolaannya, standarnya mungkin paling tinggi di Indonesia menurut saya, pokoknya keren!

Salah satu sudut Batu Zoo Park, modern!
Untuk mengelilingi semua rute di kebun binatang ini memerlukan waktu sekiar 2,5 jam, maka dari itu perlu membawa minum dan makanan dariluar kalo emang mau menghemat karena jajanan di dalam kebun binatang ini termasuk mahal pisan, milo aja Rp 15.000 #pingsan. Yang bikin seru di kebun binatang ini kita bakal dibawa ke tempat-tempat dengan tema yang berbeda-beda, ada temanya safari, temanya asia, japanese, dan lain-lain jadi kita serasa berkeliling dunia di kebun binatangnya :)

Dengan keringat yang udah mengucur sampai selangkangan, kita pun beristirahat tepat di pintu keluar Batu Zoo Park, cape banget! Rutenya memang jauh, muter-muter, kalo yang ga sanggup bisa sih sewa sepeda motor gitu, tapi asal rela aja sewanya Rp 100.000 hihihihi.

Museum Satwa

Like Jurassic Park!
Setelah menarik napas dan isi tenaga, kita pun melanjutkan tur ke Museum Satwa. Di dalamnya kita bisa melihat sejarah-sejarah mengenai binatang-binatang zaman dahulu dan pengetahuan binatang zaman sekarang. Ada spot yang keren disana yaitu di tempat fosil t-rex yang tepat berada di tengah bangunan luas dengan arsitektur megah seperti foto diatas. Museum Satwa ini tidak sebesar Batu Zoo Park dan Eco Green Park, karena 30 menit berjalan pun sudah bisa mengelilingi semua isi museum ini. Kita tidak berlama-lama karena kita akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Malang langsung.

Menuju Malang dari Batu

Dari Batu kita menuju Terminal Batu dengan jalan kaki selama 30 menit. Bisa naik ojek dengan harga Rp 25.000, tapi biar irit ya jalan kaki ajalah, sambil menikmati udara Batu juga :D Dari Terminat Batu kita menggunakan angkot menuju Landungsari. Jadi rute angkot dari Batu ke Malang yatu Batu-Landungsari lalu lanjut dengan Landungsari-Malang. Batu-Landungsari harga angkotnya Rp 4.000 dan Landungsari ke Malang harganya Rp 4.000 juga, jadi total Rp 8.000 udah sampai Malang dengan waktu 1 jam perjalanan.

Kita turun di Malang di daerah sekitar Stasiun Malang, karena saya fikir letaknya strategis, dengan dengan alun-alun dan dekat dengan stasiun karena besoknya kita lanjut ke Surabaya menggunakan kereta. Setelah berputar-putar, akhirnya kita mendapatkan penginapan seharga Rp 150.000 di daerah sana tapi namanya lupa :D Karena kita sampai di Malang malam hari, tidak ada yang bisa dilakukan selain hanya mencari makanan di sekitar sana.

Besok paginya kita menuju Alun-Alun Malang untuk naik Bus City Tour. Di alun-alun Malang banyak sekali anak-anak, keluarga sedang bermain di taman dan juga foto-foto karena landscapenya memang bagus. Sambil menunggu Bus City Tour yang lokasi pick upnya ada di sebrang alun-alun, jadi kita mampir sebentar di alun-alun ini untuk foto-foto. Setelah melihat bus city tour, kita pun segera masuk ke bus dan hanya menikmati AC di dalam bus karena Malang saat itu panas banget! City tour pun singgah ke beberapa tempat di sekitar Malang selama 30 menit.

Alun-alun Malang

Menuju Surabaya dari Malang

Puas menikmati keindahan alam dan kota Batu dan Malang kita pun menuju Stasiun malang untuk menuju Surabaya. Saya pernah dengar kalo tiket Malang ke Surabaya itu hanya Rp 10.000 yang ekonomi, tetapi ternyata tiketnya sudah luder habis. Akhirnya kita terpaksa membeli tiket eksekutif yang harganya pun ga terlalu mahal, hanya Rp 40.000 dengan waktu 2 jam perjalanan. Sampai di Stasiun Gubeng Surabaya kita langsung menuju Mokasel (Monumen Kapal Selam), jaraknya hanya 500 meter dari Stasiun Gubeng. Harga tiket Mokasel ini Rp 10.000 per orang, di dalam kita bisa melihat isi kapal selam yang digunakan oleh tentara kita zaman dahulu untuk berperang dan juga ada teater untuk melihat sejarah angkatan laut Indonesia, videonya bikin bangga banget sih sama prajurit-prajurit Indonesia jaman dulu #hormat!

Monumen Kapal Selam
Setelah puas berkeliling di Mokasel, kita mencari penginapan di sekitar sana, sebelumnya saya sudah browsing ada hotel backpacker di dekat Mokasel, namanya Sparkling Backpacker kalo gasalah, harganya Rp 175.000, murah untuk ukuran hotel di tengah kota, ber-AC dan kamar mandi di dalam lagi. Untuk transportasi di Surabaya memang rada membingungkan, jadi kita pun menyewa motor dengan harga Rp 50.000 untuk 1 hari karena biar flexibel dan bisa kemana-mana, kebetulan malamnya saya dan Lylis punya acara sendiri karena malam itu Anniversary ke 3 tahun kita :) Jadi malamnya saya dan Lylis menuju Loop yang letaknya lupa dimana (pake google maps ajalah kalo mau kesini :p), jadi Loop itu tempat cafe-cafe, ada steak house, ada arabian food, european food dan lain-lain, kebanyakan di Loop ini cafenya menyediakan roof top. Di roof op ini kita bisa menikmati malam di Surabaya dengan gedung-gedung tinggi di depan roof topnya. Romantis lah pokoknya hehehe kisaran harganya Rp 50.000an untuk 1 menu.
Muka-muka mabuk :))
Besok paginya kita kembali ke Kediri menggunakan kereta menuju Stasiun Kediri dan kembali ke Kampung Inggris untuk mempelajari TOEFL sebagai syarat untuk visa WHV ke Australia. Eh, apa itu visa WHV ke Australia? Cek (disini) deh! :)

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

Tips Mencari Hotel yang Murah dan Sesuai Selera [Travelio]Ala Backpacker

(Sumber)
Sebagai seseorang yang mempunyai hobi traveling atau jalan-jalan, pasti selalu mempersiapkan berbagai kebutuhan dan persiapan sebelum melakukan perjalanan. Mulai dari itenerary, dimana kita makan, dimana kita main, dan pastinya adalah mencari penginapan selama liburan. Kadang ada kalanya kita bingung mencari hotel mana yang murah atau memilih hotel mana yang akan dipesan karena saking banyaknya hotel di satu lokasi tersebut, apalagi lokasi tersebut merupakan tempat wisata yang pastinya dipadati oleh berbagai jenis hotel.

Dengan majunya teknologi dan banyaknya fasilitas yang memberikan kemudahan bagi konsumen, sekarang banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencari hotel yang diinginkan, mulai dari cara tradisional sampai cara modern yang kekinian. Bukan hanya sesuai selera bahkan yang murah sekalipun! Nah, kali ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencari hotel yang tepat dan sesuai selera kamu, check this out!

1. Cara Tradisional (Go Show!)

Go Show
Pernah denger kata "go show"? Ya, artinya pesan langsung ditempat. Banyak di kalangan backpacker yang menggunakan cara ini, memang kadang kita bisa dapat penginapan atau hotel yang harganya lebih murah dibanding booking terlebih dahulu. Dengan go show ini juga kita bisa liat dulu bagaimana fisik asli hotel tersebut, kamarnya seperti apa, jadi kita bisa tahu bagaimana hotel itu lebih detail. Tapi cara seperti ini terlalu riskan, apalagi kalo sedang musim high season, bisa bisa kehabisan hotel kan berabe, tapi backpacker sih bisa tidur dimana aja hehehe.

 2. Minta Bantuan Mbah Google

Everything is Google~
Tips kedua adalah minta bantuan Mbah Google. Apa sih yang ga diketahuin Mbah Google? Kalian bisa cari apapun disana, termasuk cari hotel-hotel yang kalian inginkan juga. Misalkan mau cari penginapan murah di Yogyakarta lalu lebih spesifik di daerah malioboro, ketik aja "penginapan murah di Yogyakarta sekitar Malioboro", pasti banyak muncul nama-nama hotel yang direkomendasikan, baik dari website hotel tersebut maupun dari para blogger. Tapi dengan cara ini, pencarian akan membutuhkan waktu yang lama dan belum tentu juga murah, karena bisa aja postingan tersebut postingan beberapa tahun yang lalu dan itupun masih harus cari nomor telefon atau website dari hotel itu untuk booking. Lalu gimana dong yang?

3. Booking Hotel Via Mobile Apps

Masa jaman Iphone udah mau keluarin Iphone 7 terus sinyal udah ada 4G, kalian belum punya smartphone? Sebagian besar traveler pasti punya smartphone dong. Memang smartphone ini sudah menjadi kebutuhan sekunder bagi warga dunia masa kini. Hampir semua urusan seperti menghitung, berkomunikasi, foto, merekam video, kirim e-mail, menulis dokumen, janjian, sampai curhat pun bisa dilakukan via smartphone. Bahkan penggunaan smartphone ini semakin berkembang dengan munculnya aplikasi-aplikasi di perangkat mobile yang dinamakan mobile apps seperti Gojek yang bisa memesan ojek via smartphone dan masih banyak lagi mobileapps lainnya. Mobile apps ini sangat membantu konsumen karena dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan konsumen selama bertransaksi. Dengan mobile apps inilah konsumen dapat bertransaksi dengan operasional yang cepat, efektif dan tidak membutuhkan waktu yang lama.

Salah satu mobile apps kekinian untuk memesan hotel
Nah, trend mobile apps inilah yang bisa digunakan bagi para traveler untuk mencari bahkan bisa sampai memesan hotel sesuai dengan harga dan selera yang diinginkan. Salah satu mobileapps kekinian yang bernama Travelio, kini menghadirkan 2 aplikasi berbasis mobile yang bisa memberikan kemudahan bagi para traveler yang ingin mencari hotel via smartphone, jadi kalian bisa cari hotel yang diinginkan dan memesannya dimanapun, kapanmun, dan ga ribet :D. Lalu kemudahan lainnya yang diberikan oleh Travelio adalah kita bisa menawar hotel yang kita pesan loh! Penasaran ya? Nih! Sebelumnya bisa kunjungi website Travelio dulu di http://www.travelio.com ;)

Aplikasi Travelio

Yang pertama adalah aplikasi "Travelio". Di aplikasi ini kalian bisa mencari hotel yang sesuai dengan harga yang kalian inginkan. Terdapat banyak hotel di seluruh kota-kota besar Indonesia yang bisa dipesan lewat Travelio ini. Tinggal masukan tanggal kalian menginap, kota apa, dan berapa orang ting! muncullah banyak hotel yang tersedia. Kalo mau cari yang murah, sortir dari harga yang termurah. Udah murah, masih bisa ditawar lagi! Nih contohnya pake aplikasi Travelio:
 
Pilih kota dan hotelnya


Tawar harga yang kamu mau!
Ting! Harga berhasil ditawar, dan tinggal dibayar :)
Untuk pembayarannya pun mudah, banyak opsi yang bisa digunakan. Mulai dari credit card, internet banking, sampai transfer via ATM pun bisa. Yang belum punya aplikasinya bisa di download disini nih: http://bit.ly/TravelioApp.


Aplikasi HelloLio

Ini nih aplikasi yang unik! Caranya hampir sama dengan aplikasi Travelio, tapi di HelloLio ini kita akan lebih dimudahkan karena tinggal chat dengan CSnya. Katanya sih, CSnya semuanya cewe, pas lah buat cowo-cowo kesepian butuh temen chat #eh :)) Untuk pakai aplikasi ini mudah banget, tinggal chat dengan CSnya, mau ke kota apa, kisaran harga berapa, nanti CSnya akan memberikan rekomendasi berdasarkan yang kamu minta, abis itu tinggal pilih hotelnya, tawar harganya, booking dan bayar, beres deh!

Tinggal chat aja sama si teteh, bisa nawar juga sama si tetehnya~
 
Nanti kalian bakal dikasih rekomendasi hotelnya, tinggal pilih deh

Untuk pembayaran juga sama seperti Travelio, ada credit card, transfer ATM dan internet banking. Menurut saya aplikasi HelloLio ini mobileapps yang unik dan inovasinya keren, udah bisa nawar terus dilayaninya dengan chat lagi, mungkin aplikasi HelloLio lah yang pertama muncul dengan sistem seperti itu. Yang belum download aplikasinya bisa download disini: http://bit.ly/HelloLioApp.

Download aplikasinya, cobain kemudahan mencari dan memesan hotel via Travelio ini! :D

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

Liburan Murah ala Backpacker ke Jogja!Ala Backpacker

Malioboro, pusat wisatawan di Jogja
Jogja, merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri karena bentuk pemerintahannya yang berbentuk kesultanan. Selain itu, Jogja juga memiliki kekuatan dan ciri khas tersendiri dalam bidang pariwisata. Banyak sekali wisatawan dalam negeri maupun mancanegara yang mengunjugi kota Jogja ini. Banyak wisatawan yang suka dengan kota ini karena lingkungan yang sederhana, penuh budaya, dan orangnya yang ramah ramah. Selain wisata budaya pun, Jogja ini terkenal dengan wisata alam sekitarnya yang tidak ada habisnya, mulai dari gunung, pantai, gua, air terjun, danau, semuanya ada!

Jogja ini memiliki letak geografis yang sangat strategis, berada di tengah Pulau Jawa, Jogja ini dapat dicapai menggunakan moda transportasi apapun. Namun, kali ini saya akan menjelaskan tips-tips liburan murah menggunakan gaya backpacker.

Transportasi ke Jogja

Stasiun Lempuyangan
Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Banyak sekali transportasi yang bisa digunakan untuk menuju Jogja ini, karena letaknya yang strategis berada di tengah Pulau Jawa. Yang pertama adalah pesawat. Untuk kalian yang berada di luar pulau Jawa bisa langsung direct flight menuju Bandara Adisucipto Yogyakarta atau menuju Bandara International Juanda Surabaya dan lanjut menggunakan bis atau kereta menuju Jogja.

Yang kedua adalah menggunakan kereta. Banyak sekali kereta ekonomi yang menuju Stasiun Lempuyangan Jogja dari berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Surabaya dan Malang. Harga kereta ekonomi menuju Jogja dari Bandung adalah sekitar Rp 100.000 (dulu Rp 50.000 loh), dari kota lain pun harganya hampir sama. Tapi, tenang saja walaupun kereta ekonomi, sekarang gerbongnya sudah bagus dan ber AC, dan yang paling terpenting adalah satu nomor satu kursi :)

Yang ketiga adalah menggunakan bus. Untuk menggunakan bus ini, banyak bus dari berbagai kota besar maupun kecil yang menuju Terminal Giwangan Yogyakarta. Harga bus dari Bandung menuju Jogja adalah sekitar Rp 180.000 sampai Rp 250.000, tergantung negosisasi dan fasilitas busnya. Biasanya bus ini sudah include makan 1 kali.

Yang terakhir adalah roadtrip! saya pernah melakukan road trip ke Jogja 1 tahun lalu. Keuntungan road trip ini kita bisa berhenti kapanpun dan bisa mengunjungi wisata-wisata di perjalanan yang kita lewati. Modal untuk melakukan road trip ini kita perlu mempunyai kendaraan pribadi atau menyewa dari rental. Untuk ongkos bensin sendiri, bensin yang saya habiskan selama pulau-pergi ke Jogja adalah tidak lebih dari Rp 400.000, kalo 1 mobil 5 orang ga lebih dari Rp 100.000 per orang loh dan seru juga bisa mengunjungi berbagai tempat dan juga saat di Jogja mobilitas kita mudah mau kemana mana :)

Penginapan di Jogja

Jl. Sosrowijayan, pusat penginapan wisatawan di Jogja (Sumber)
Banyak sekali penginapan di Jogja, mulai dari kelas resort dan hotel yang mahal sampai yang murah pun banyak. Untuk para backpacker, biasanya banyak sekali penginapan-penginapan yang harganya dibawah Rp 200.000. Daerah pertama yang terdapat banyak penginapan murah yaitu di Jl. Sosrowijayan. Jalan ini terdapat di sebelah Jl. Malioboro, selain harganya yang murah, lokasi yang dekat dengan pusat keramaian menjadi daerah ini sering dijadikan wisatawan untuk menginap. Bahkan banyak homestay disini yang harganya dibawah Rp 100.000, tergantung negosiasi dan fasilitas yang disediakan juga.

Daerah kedua yaitu Jl. Prawirotaman. Daerah ini masih agak langka di telinga wisatawan Indonesia karena memang daerah ini lebih sering didatangi oleh wisatawan asing. Banyak penginapan-penginapan murah disini mulai dari Rp 100.000 per malam. Lokasi Jl. Prawirotaman ini lokasinya lebih dekat dengan Stasiun Lempuyangan dan daerahnya relatif lebih sepi daripada Jl. Sosrowijayan. Banyak bar dan resto-resto unik juga di sepanjang jalan ini.

Transportasi selama di Jogja

Rental Motor di Jogja (Sumber)
Sebagai backpacker, pasti banyak yang lebih memilih jalan sendiri ketimbang mengikuti paket tour untuk mengunjungi suatu tempat. Karena selain lebih murah, kita pun bisa kemana pun yang kita mau. Untuk berkeliling di sekitar Kota Jogja sebenarnya banyak pilihan yang bisa dipilih oleh para backpacker. Yang pertama adalah menggunakan angkutan umum, tapi saya tidak menyarankan menggunakan angkutan umum karena di Jogja masih jarang dan tidak fleksibel, kecuali kalo mau keliling sekitar kotanya aja ada Trans Jogja yang harganya cuma Rp 3.500 ke arah mana pun.

Yang kedua adalah menyewa motor atau mobil. Harga sewa motor di Jogja adalah sekitar Rp 50.000 per hari dan harga mobil adalah Rp 350.000, itu harga rata-rata loh ya tiap orang mungkin bakal dapet harga yang berbeda. Dengan menyewa motor atau mobil kita bisa kemana pun yang kita mau, selain itu lebih berhemat kalo para backpacker kesini dengan beberapa temannya ,jadi bisa sharing untuk bayar rental. Kalo 1-4 orang bisa menggunakan motor, kalo 4-8 orang bisa menggunakan mobil, pasti liburanmu di Jogja bakal lebih seru! :D

Tempat Wisata di Jogja

Wisata Kalibiru di Kulon Progo Jogja (Sumber)
Untuk urusan tempat wisata ini, Jogja memiliki banyak sekali tempat wisata, mulai dari gunung sampai pantai pun ada. Namun karena lokasinya yang jauh dari pusat kota, maka kita dianjurkan untuk menyewa kendaraan agar bisa mencapai wisata-wisata di sekitaran Jogja ini. Jogja memiliki danau di Kalibiru Kulon Progo, memiliki gunung cantik di Gunung Ngglanggeran, memiliki gua yang keren di Gua Pindul, dan gugusan pantai di sepanjang Gunung Kidul. Untuk lebih lengkapnya kalian bisa buka situs Yogyes.com banyak terdapat list-list wisata di Jogja dan sekitarnya. Namun saya memiliki wisata-wisata favorit di Jogja yang mungkin bisa dijadikan patokan dan acuan untuk backpacker lainnya, bisa dibaca (disini).

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

Panduan Liburan Murah dan Informasi Lengkap Seputar PhuketAla Backpacker

Setiap perjalanan ke suatu tempat pasti kita membutuhkan survey terlebih dahulu, karena kalau tidak bisa jadi over budget atau bahkan jadwal bakal berubah dari ittenarary semula (tapi biasanya sih gitu hehe). Untuk meminimalisir itu semua, saya sudah siapkan beberapa tips dan panduan informasi lainnya untuk kamu yang mau liburan ke Phuket, Thailand. Panduan dan tips ini berdasarkan pengalaman saya kemarin berkunjung kesana, ceritanya bisa dilihat disini. Yuk disimak :)

Transportasi dari Phuket International Airport ke Penginapan dan Sebaliknya

Taxi Meter Phuket (Sumber)
Banyak transportasi yang tersedia di Phuket International Airport untuk mengantar wisatawan ke daerah penginapannya masing-masing. Mulai dari van, taxi, sampai bus pun ada. Berikut daftar transportasi dari Phuket International Airport:
  • Airport Bus = 30-40 bath (sampai shuttle)
  • Van              = 800 bath (cuma sampai shuttle)
  • Taxi             = 1200 bath (sampai penginapan)
  • Taxi Meter  = sekitar 800 bath (sampai penginapan)
Sebenarnya harga tersebut belum harga pasti karena mungkin di kenyataannya bisa dapat lebih mahal atau bisa negosiasi bahkan bisa lebih murah. Untuk pilihan terbaik tinggal disesuaikan dengan budget dan selera wisatawan, karena ada yang mau murah dan bela-belain cape atau ada yang mau ga ribet tinggal sampai ke penginapan. Lokasi van dan taxi banyak tersedia di pintu keluar Phuket International Airport, untuk lokasi airport bus dan taxi meter pun saya kurang tahu karena kemarin sudah kelelahan dan malam jadi saya naik taxi dan bisa nego sampai 1100 bath sampai hotel saya menginap di daerah Patong. Kalo mau paling murah memang bisa menggunakan airport bus, tapi nanti dari shuttle kita harus naik tuk-tuk (transportasi lokal) atau taxi lagi untuk menuju ke penginapan.

Penginapan di Phuket

Bayshore Ocean View Hotel
Penginapan di Phuket termasuk lengkap karena semua jenis penginapan ada disini. Mulai dari homestay, hostel, hotel dan bahkan resort pun banyak. Untuk rate harga sebenernya jauh lebih murah dibanding wisata-wisata di Indonesia, disini dengan harga Rp 160.000/malam (harga promo, harga normalnya Rp 250.000) saya bisa mendapatkan hotel bintang 3 seperti gambar diatas, sekali-kali mewah dikit hehehe. Untuk option lainnya bisa sewa homestay yang harganya sekitar 500-600 bath, atau hostel 400-500 bath. Tips untuk mendapatkan penginapan yang murah coba sering liat situs Agoda.com karena saya lihat banyak promo di Phuket, atau kalian bisa langsung cari sendiri homestay disini, rata-rata harganya 500 bath dan lokasinya strategis (ga terlalu jauh dari keramaian).

Transportasi di Phuket

Phuket Motorbike
Untuk masalah transportasi di Phuket tak perlu khawatir, tinggal disesuaikan dengan selera masing-masing. Ada "tuk-tuk" yang merupakan transportasi lokal sini, biasanya ongkos dari suatu tempat ke tempat lain harganya 30 bath tergantung jarak tempuh. Tapi kekurangannya kalo pake tuk-tuk kita gabisa fleksibel, maka dari itu saya lebih memilih motor. Sewa motor per hari 200 bath dan bensin untuk explore Phuket dalam sehari cukup 60 bath. Dengan sewa motor saya bebas pergi kemana pun yang saya mau karena tidak terpatok jadwal, dengan sewa motor pun kita bisa explore daerah-daerah yang tidak dilewati tuk-tuk.

Makanan dan Jajanan di Phuket

Jajanan pinggir jalan Phuket
Sebenarnya banyak sekali makanan di pinggir jalan seperti di Indonesia, tapi rata-rata ada porknya, untuk yang Muslim pasti jadi kendala. Bisa saja cari yang halal tapi harus cari tau dulu dimana lokasinya atau tanya satu satu penjual "is it pork?". Daripada pusing saya kemarin lebih memilih untuk membeli makanan di Seven Eleven dengan harga 28 bath dengan menu nasi goreng ayam, bahkan saya terus beli menu ini selama beberapa hari hahaha. Tapi saya sempat mencoba makanan di Malin Plaza dengan menu Mie Phuket, harganya 50 bath untuk satu porsi. Dan juga jajan di pinggir jalan Patong dengan harga 10 bath untuk satu tusuk (gambar di atas). Untuk masalah jajanan saya rasa Patong lebih ramai ketimbang Phuket Town, dan juga faktor komunikasi di Patong yang warganya rata-rata bisa berbahasa Inggris ketimbang di Phuket Town.

Tempat Wisata di Phuket

Maya Bay, salah satu wisata favorit di Phuket
Untuk masalah tempat wisata jangan ditanya lagi, Phuket punya banyak sekali tempat wisata di sekeliling pulau ditambah lagi banyak pulau-pulau di sekitarnya. Kalau mau lihat secara keseluruhan kalian bisa cek di phuket.com disana banyak sekali daftar wisata di Phuket ini. Untuk memudahkan kalian yang mau liburan ke Phuket, saya sudah membuat list tempat-tempat wisata mana saja yang wajib dikunjungi! bukan hanya karena menarik tetapi juga wisata dalam list ini tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis, klik link dibawah ini :)

Paket One Day Tour Phi-Phi Island

Stan Paket Tour di daerah Patong
Dan poin ini yang paling penting, budget ke Phi-Phi Island harus kalian siapkan, sayang sekali udah ke Phuket tapi ga ke Phi-Phi Island. Untuk budget bisa disesuaikan karena rata-rata paket ke Phi-Phi Island ada yang pake big boat dan ada juga yang pake speed boat. Untuk big boat waktu perjalanan sampai ke Phi-Phi Island sekitar dua jam, sedangkan menggunakan speed boat 45 menit. Menggunakan big boat memang lebih murah yaitu sekitar 800-900 bath tetapi jumlah pulau yang didatanginya lebih sedikit dibanding speed boat. Sedangkat harga speed boat rata-rata 1200-1400 bath, tapi saya pernah baca di salah satu grup backpacker di Facebook ada yang pernah dapet 1100 bath, bukan rejekinya kali ya hehe.

Sekian panduan liburan murah dan informasi-informasi seputar Phuket, kalo ada pertanyaan atau saran bisa e-mail saya atau mention me on Twitter hehe.

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

Pulau Tidung, Wisata Tepat Untuk Kabur Dari JakartaAla Backpacker

Udah lama sekali belum nulis tentang Pulau Tidung, padahal kesini tuh sekitar 1 tahun yang lalu, wajar baru aktif menulis sekitar 3 bulan hehe. Pulau Tidung ini terletak di gugusan Kepulauan Seribu. Pulau Tidung ini termasuk pulau yang paling ramai di antara pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu, ramai oleh wisatawan dan memang sudah banyak pemukiman warga disana. Untuk menuju Kepulauan Seribu ada 3 alternatif pelabuhan yang bisa diambil oleh traveler.

Alternatif Pelabuhan Menuju Pulau Tidung

Yang pertama. Pelabuhan Muara Angke, pelabuhan muara angke ini sebenarnya ada 2, yaitu muara angke lama dan baru. Pelabuhan muara angke lama ini isinya kapal-kapal nelayan dan kuotanya banyak. Jadi kalo kalian mau pasti dapet kapal penyebrangan ke Pulau Tidung kalian bisa ambil alternatif ke muara angke lama ini. Harga kapal menuju Pulau Tidung sebesar Rp 40.000 dan biasa berangkat pukul 6.30 (tergantung penuhnya penumpang).

Yang kedua (alternatif yang saya pakai). Pelabuhan Kali Adem, pelabuhan ini adalah muara angke baru. Letaknya berdekatan dengan muara angke lama. Namun, dari sisi fasilitas memang jauh lebih bagus muara angke baru karena fasilitasnya baru dan berbentuk seperti dermaga. Namun, kendalanya kuota di Kali Adem ini sangat sedikit (masih ga ngerti kuotanya bisa sedikit ini), bayangkan untuk 5 pulau di Kepulauan Seribu yaitu Pulau Bidadari, Untung Jawa, Tidung, Pari, dan Pramuka kuotanya hanya 20! Artinya 1 pulau kuotanya hanya 4. Kalo mau dapet kuotanya, bisa pakai cara yang saya pakai yaitu tidur di dermaga! Lalu daftar ke petugas disana, dijamin langsung masuk daftar dan tingaal bayar tiket waktu loket sudah buka. Harganya sama dengan kapal-kapal nelayan di muara angke lama yaitu Rp 40.000 + Rp 2.000 untuk asuransi.

Pelabuhan Kali Adem
Pelabuhan Kali Adem
Pelabuhan Kali Adem 2
Pelabuhan Kali Adem 2
Alternatif yang ketiga yaitu melalui Pelabuhan Marina, pelabuhan ini terletak di Ancol. Untuk jadwal kapal dan harga saya kurang mendapatkan info, tapi dari hasil ngobrol dengan wisatawan lain harganya sekitar Rp 100.000 (ralat kalo salah hehe)

Penginapan di Pulau Tidung

Penginapan di Pulau Tidung rata-rata berbentuk homestay, ga ada hotel atau resort. Tapi, rata-rata sudah ber-AC, lumayan buat ngadem karena disini cuacanya panas anet! Harga penginapan disini berkisar Rp 200.000 - Rp 350.000 untuk satu kamar, tapi itu pun tergantung jumlah orang. Makin banyak orang yang dateng sharenya semakin sedikit berarti.

Penginapan di Pulau Tidung
Penginapan di Pulau Tidung (ada yg nongol tuh haha)

Aktivitas di Pulau Tidung

Untuk kalian yang ke Pulau Tidung tanpa tour, jangan khawatir karena untuk beraktivitas di Pulau Tidung tidak sulit kok walaupun kita termasuk individu/bukan tour. Banyak yang bisa kita lakukan disini. 

- Keliling pulau menggunakan sepeda
Untuk berkeliling mengunakan sepeda, kalian perlu menyewa sepeda. Banyak sekali tempat penyewaan sepeda di pulau ini atau bisa juga minta sewakan ke abang yang punya homestay ntar dia mau bantu, harganya Rp 25.000/hari, 1 hari penuh! mau lu cemplungin ke laut juga bisa! Bercanda deng

- Snorkling
Untuk snorkling di Pulau Tidung sebenarnya gausah jauh-jauh. Cukup ke daerah Jembatan Cinta lalu jalan sekitar 500 m di lautnya dangkal kok, ntar ada pohon kecil disekitarnya itu udah laut dalam dan banyak karang dan ikannya cantik-cantik! Untuk sewa perlengkapan alat snorkling kalian bisa cari tempat penyewaan di sekitar pantai dekat jembatan cinta, harganya sekitar Rp 25.000/hari, sepuasnya sampe gosong tuh kulit juga gak apa-apa :D

- Keliling Pulau Tidung Besar dan Kecil
Pulau Tidung terbagi 2 bagian yaitu Pulau Tidung Besar dan Kecil. Pulau Tidung Besar yaitu pulau yang sudah banyak pemukiman, namun Pulau Tidung Kecil ini masih belum ada apa-apanya alias masih alami. Kedua pulau ini dihubungi oleh jembatan dan selama di jembatan kita bisa liat birunya laut beserta ikan-ikannya, cantik pokoknya!

Jembatan menuju Pulau Tidung kecil
Surrounding Jembatan menuju Pulau Tidung Kecil
View di Pulau Tidung Kecil, cakep?

Lompat dari Jembatan Cinta

Katanya aktivitas ini yang wajib dilakuin disini, katanya kalo belum loncat dari jembatan Cinta ini belum ke Pulau Tidung :p dan katanya kalo yang berani loncat disini bakal awet cintanya atau yang jomblo bakal dapet cintanya yang hilang selama ini (halah) hehe seru-seruan aja sih. 

Loncatttt!
Jadi masih mau kerja atau belajar terus? hehehe cobalah ke Pulau Tidung ini apalagi buat orang Jakarta, lokasinya dekat, indah, dan ga kalah sama wisata-wisata lainnya :D Jakarta masih banyak loh tempat wisata-wisatanya, yuk disimak (disini).

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

Backpacker Selama 4 Hari di BaliAla Backpacker

Bali!
Bali!
Bali! Walaupun saya sudah kesini 2 kali, tapi rasanya tak pernah bosan untuk mengeksplore pulau yang terkenal dengan sebutan lain "Pulau Dewata" ini. Setelah puas mengeksplore  Lombok selama 4 hari, setelah melakukan perjalanan selama 7 jam menaiki kapal feri dari Pelabuhan Lembar, kita sampai di Pelabuhan Padang Bai di sebelah timur Pulau Bali. Setelah turun dari kapal feri kita kebingungan untuk mencari transportasi menuju Denpasar atau Kuta karena kita ga liat sebelah mana terminalnya, jadi kita nongkrong aja itu hampir 1 jam di depan gerbang pelabuhan. Lalu, ada bapak-bapak menawari kami naik ojek menuju lokasi kita, dengan harga Rp 120.000 berdua. Mengingat kita juga kebingungan dan harganya masih masuk akal kita akhirnya menggunakan ojek. Saya kira dari Padang Bai itu deket ke Padang Bai, ternyata 2 jam bro! Pantat eike panash!  Touring deh tuh jadinya sambil bawa tas segede gaban (maklum dulu masih traveler pemula bawaanya banyak hakhak).

Day 1 - Kuta dan Jalan Legian

Legian Street
Legian Street
Setelah sampai Kuta kita menuju ke Poppies Lane dimana banyak sekali homestay dan penginapan murah mulai dari Rp 90.000 per malam! Memang niat kita di Bali ini ga bernafsu untuk mengeksplor habis-habisan semua destinasinya karena kita yakin bakal terus kesini hehe jadi kita bakal ngabisin waktu selama 5 hari disini untuk leyeh-leyeh cantik dan maybe sedikit keliling ke tempat-tempat wisata disini.

Setelah menemukan penginapan di sekitar Poppies Lane lalu kita menaruh tas dan mandi, langsung keluar lagi. Leyeh-leyeh di Pantai Kuta di malam hari dan muter-muter Jalan Legian kongkow kongkow sambil menikmati kehidupan malam Bali hehe

Day 2 - Garuda Wisnu Kencana, Padang-Padang Beach dan Pandawa Beach

GWK
GWK
Hari ke 2, kita bangun siang (emang ga buru-buru juga, judulnya juga leyeh-leyeh hehe). Sekitar jam 11 kita cari penyewaan motor di sekitar penginapan. Rata-rata harga sewa motor disini sama semua, Rp 50.000/hari, cukup murah dibanding penyewaan di Yogya atau Malang yg lebih dari Rp 75.000/hari. Setelah motor sudah di tangan, kita rencana untuk mengeksplor Bali Selatan, ke daerah Uluwatu. Untuk mencapai Bali Selatan kita tinggal ikuti arah ke GWK. Kita masuk ke GWK sekitar jam 2. Harga tiketnya sekitar Rp 35.000/orang (persisnya lupa hehe), di dalemnya kita bisa melihat patung yang katanya bisa mengalahkan patung liberty di USA, dan juga banyak pertunjukan lain seperti Tari Kecak dan lainnya.

Setelah beres keluar dari GWK kita lanjut ke Pantai Padang-Padang. Untuk mencapai pantai ini sebenernya tidak terlalu sulit, banyak papan petunjuk arah yang mengarahkan untuk ke arah pantai ini. Untuk mencapai pantainya kita harus menuruni tangga dan melewati gua sehingga kita harus nunduk dulu. Kita ga berlama-lama disana karena memang pantai ini dikhususkan untuk peselancar, dan kita gabawa papan (main aja gabisa hehe).

Setelah dari Pantai Padang-Padang kita lanjut ke Pantai Pandawa yang katanya baru ngehitss! Pantai Pandawa ini letaknya ga terlalu jauh dari Pantai Padang-Padang hanya sekitar 15 menit perjalanan. Untuk mencapai Pantai Pandawa ini kita harus menuruni bukit dulu, dan disitu viewnya mantep! Biru lautan terhampar di depan mata hehe

Pemandangan dari atas bukit, sebelum turun ke Pantai Pandawa
Pemandangan dari atas bukit, sebelum turun ke Pantai Pandawa
Di Pantai Pandawa kita diem sejenak sambil istirahat dan menikmati segarnya udara di pantai ini sambil minum es kelapa dan makan sate ayam wuhuuuu! Di pantai ini kita bisa snorkling, main di pinggir pantai, canoeingi, dan berjemur hehe. Setelah puas disini sampai sunset, kita pun balik ke penginapan dan leyeh-leyeh lagi di sekitar Kuta, sambil kulineran :D

Day 3 - Kintamani & Pura Ulun Danu

Kintamani
Kintamani
Hari ke 3 kita berencana untuk mengunjungi daerah Bedugul. Bedugul ini berada di ketinggian sehingga cuacanya pasti sejuk, lumayan untuk ngadem. Perjalanan dari Kuta ke Bedugul sekitar 2 jam perjalanan. Lokasi pertama yang kita kunjungi yaitu Kintamani, dari atas bukit ini kita bisa melihat pemandangan yang luar biasa! Melihat Gunung dan sebelahnya bentangan Danau Kintamani, cukup menabjubkan. Kita menikmati ademnya cuaca disini sambil makan salak dengan pemandangan yang luar biasa, mantaf!

Setelah puas menikmati pemandangan di Kintamani kita melanjutkan perjalanan ke Pura Ulun Danu. Terdapat bangunan di tengah danau yang punya latar belakang gunung dan berkabut. Cuaca disini pun sejuk banget, jadi kangen Bandung kalo kaya gini hehe. Setelah beres eksplor Bedugul kita balik lagi ke penginapan dan leyeh-leyeh lagi cari makanan di sekitar Legian dan Seminyak.

Pura Ulun Danu
Pura Ulun Danu

Hari 4 - Persiapan Balik

Our last day! Hari terakhir di Bali kita habiskan untuk cari oleh-oleh untuk keluarga di rumah yang udah ditinggal selama 10 hari. Kita cari oleh-oleh di Pasar Sukawati, 1 jam perjalanan dari Kuta. Di Pasar Sukawati ini terdapat banyak barang-barang yang bisa dijadikan oleh-oleh dan harganya yang lebih murah dibanding tempat-tempat lainnya di Bali. Ada baju, barang-barang tradisional Bali, batik, barong, dan masih banyak lagi.

Setelah beres beli oleh-oleh kita menuju Bandara Ngurah Rai yang berjarak 1 jam setengah dari Pasar Sukawati. Walaupun boarding masih lama, kita udah stay di bandara karena udah gasabar pengen cepet pulang, kangen rumah maaakkk hehe itulah yang buat traveling itu indah, karena kita bisa merasakan rindu ke rumah kesayangan dan tau betapa nyamannya rumah dan keluarga di dalamnya :)

Klik tulisan ini yang belum baca perjalanan saya dari Bandung ke Lombok dan cerita perjalanan saya di Lombok! :D

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)